Translator!

Senin, 12 Januari 2015

Pilih Investasi atau Money Game



Pertengahan tahun 2014, kita di kejutkan oleh sistem investasi berbasis MLM atau Ponzi (segitiga). Orang – orang berbondong – bondong menaruh uangnya pada jenis investasi yang konon bisa membuat orang kaya mendadak, benarkah ?

Kegiatan MLM atau Ponzi bukanlah hal pertama di Indonesia, sebelumnya ada CNI, Herbalife, MMM, dan masih banyak lagi. Tren gaya hidup mewah di kota – kota besar membuat orang – orang berpikir keras untuk bisa kaya mendadak, siapa yang tak mau memiliki bisnis di usia muda dan mencapai kebebasan finansial dalam waktu dekat. Semua orang memiliki impian yang sama tetapi memiliki cara yang berbeda – beda untuk mencapainya, cara yang saya maksud bukan dengan menaruh uang pada kegiatan MLM atau Ponzi.

MLM atau Ponzi sebenarnya bukanlah jenis investasi atau bisnis, melainkan sebuah money game. Menurut Benjamin Graham dalam bukunya The Intellegent Investor  “Tindakan investasi adalah tindakan yang dilalui dengan analisis secara menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan keuntungan yang memadai, tindakan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut berarti tindakan spekulasi. Lalu apa yang membedakan spekulasi dengan money game ?

Spekulasi dilakukan untuk mendapatkan keuntungan masa kini tanpa memikirkan konsistensi di masa mendatang, sama seperti money game yang mencari keuntungan masa kini agar konsumen menjadi kaya mendadak hingga semakin terjerumus ke dalam money game.

Berbicara tentang konsistensi dalam berinvestasi, Warren Buffet investor kelas kakap dunia memupuk kekayaannya selama 40 tahun hanya dikisaran 24% per tahun. Sungguh mencengangkan bukan, banyak orang mengira Warren Buffet memiliki keuntungan ratusan persen dalam investasinya tetapi kunci dari keberhasilan Warren Buffet hanyalah melakukan konsistensi dalam berinvestasi.


Tetapi mengapa money game masih tumbuh subur ? ini karena sikap tamak manusia, ketika kita dihadapkan oleh uang biasanya ada 2 perasaan yang dirasakan yaitu serakah (Greed) dan takut (Fear). Orang – orang menjadi serakah dan akhirnya ikut kedalam money game untuk menjadi milyader satu malam (Greed), hingga pada akhirnya ia menjadi bangkrut karena uang yang ia taruh amblas hal ini menjadi trauma (Fear) dan menutup diri dengan semua jenis investasi.

Mulai sekarang marilah kita jeli dalam berinventasi, jangan tergoda dengan hasil ratusan persen per bulan yang ditawarkan. Lakukan riset jenis investasi yang akan ditekuni dan selalu ingat gunakan free money (uang yang tidak digunakan dalam waktu dekat) untuk berinvestasi. Dan selalu tanya pada diri sendiri apakah anda orang yang agresif dalam berinventasi, moderat, atau konservatif. Karena saat ini sudah banyak jenis investasi yang teregulasi oleh OJK Indonesia.

Keep Consistent with Investment




Penulis : Thesar Metta M ( 12140110214)

Tidak ada komentar:

Kritik dan Saran