Pertengahan tahun 2014, kita di
kejutkan oleh sistem investasi berbasis MLM atau Ponzi (segitiga). Orang –
orang berbondong – bondong menaruh uangnya pada jenis investasi yang konon bisa
membuat orang kaya mendadak, benarkah ?
Kegiatan MLM atau Ponzi bukanlah
hal pertama di Indonesia, sebelumnya ada CNI, Herbalife, MMM, dan masih banyak
lagi. Tren gaya hidup mewah di kota – kota besar membuat orang – orang berpikir
keras untuk bisa kaya mendadak, siapa yang tak mau memiliki bisnis di usia muda
dan mencapai kebebasan finansial dalam waktu dekat. Semua orang memiliki impian
yang sama tetapi memiliki cara yang berbeda – beda untuk mencapainya, cara yang
saya maksud bukan dengan menaruh uang pada kegiatan MLM atau Ponzi.
MLM atau Ponzi sebenarnya
bukanlah jenis investasi atau bisnis, melainkan sebuah money game. Menurut
Benjamin Graham dalam bukunya The
Intellegent Investor “Tindakan
investasi adalah tindakan yang dilalui dengan analisis secara menyeluruh,
menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan keuntungan yang memadai,
tindakan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut berarti tindakan spekulasi. Lalu
apa yang membedakan spekulasi dengan money game ?
Spekulasi dilakukan untuk
mendapatkan keuntungan masa kini tanpa memikirkan konsistensi di masa
mendatang, sama seperti money game yang mencari keuntungan masa kini agar
konsumen menjadi kaya mendadak hingga semakin terjerumus ke dalam money game.
Berbicara tentang konsistensi
dalam berinvestasi, Warren Buffet investor kelas kakap dunia memupuk
kekayaannya selama 40 tahun hanya dikisaran 24% per tahun. Sungguh mencengangkan
bukan, banyak orang mengira Warren Buffet memiliki keuntungan ratusan persen
dalam investasinya tetapi kunci dari keberhasilan Warren Buffet hanyalah
melakukan konsistensi dalam berinvestasi.
Tetapi mengapa money game masih
tumbuh subur ? ini karena sikap tamak manusia, ketika kita dihadapkan oleh uang
biasanya ada 2 perasaan yang dirasakan yaitu serakah (Greed) dan takut (Fear). Orang
– orang menjadi serakah dan akhirnya ikut kedalam money game untuk menjadi
milyader satu malam (Greed), hingga pada akhirnya ia menjadi bangkrut karena
uang yang ia taruh amblas hal ini menjadi trauma (Fear) dan menutup diri dengan
semua jenis investasi.
Mulai sekarang marilah kita jeli
dalam berinventasi, jangan tergoda dengan hasil ratusan persen per bulan yang
ditawarkan. Lakukan riset jenis investasi yang akan ditekuni dan selalu ingat
gunakan free money (uang yang tidak
digunakan dalam waktu dekat) untuk berinvestasi. Dan selalu tanya pada diri
sendiri apakah anda orang yang agresif dalam berinventasi, moderat, atau
konservatif. Karena saat ini sudah banyak jenis investasi yang teregulasi oleh
OJK Indonesia.
Keep Consistent with Investment
Penulis : Thesar Metta M ( 12140110214)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar