Translator!

Senin, 12 Januari 2015

Ayahku Inspirasiku


“Seorang pria haruslah memiliki sebuah tanggung jawab” itulah sebuah nasihat yang pernah aku dengar dari seorang pria yang menurutku patut untuk aku hargai. Pria tersebut rela bekerja mencari nafkah demi memberikan sesuap nasi kepada keluarganya hingga sampai rela bekerja di luar pulau Jawa, tepatnya di pulau Kalimantan yaitu sebuah kota yang bernama Tarakan. Sangat berat memang rasanya meninggalkan isteri dan anaknya di kota Jakarta. ia memiliki 1 Isteri dan 3 anak, 1 anak laki-laki, 2 anak perempuan. Isterinya yang sangat menyayangi dan mencintainya tak rela jika suaminya tersebut harus hidup sendirian disebrang pulau sana. Akhirnya dengan berat hati Isterinya dan anak bungsunya pun meninggalkan anak pertama serta anak keduanya di kota Jakarta bersama dengan neneknya. Ya, Isteri dan anak bungsunya ikut menemani pria itu tinggal di kota Tarakan. Sempat muncul pertanyaan yang menanyakan “berapa lama pria tersebut akan bertugas disana?” lalu jawaban yang diberikan oleh pria tersebut adalah “belum tahu” jawabannya sungguh sangat menyedihkan tapi apa boleh buat ini merupakan tugas yang telah diberikan dan dipercayakan kepadanya.
Saat ini kurang lebih sudah hampir setahun pria tersebut bekerja di sana. Nama perusahaan tempat ia bekerja adalah Jamsostek yang saat ini sudah berubah namanya menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Dengan waktu yang belum ditentukan kapan ia bisa pindah tugas di Jakarta lagi dan walaupun ia sibuk dengan pekerjaannya, ia tetap menyempatkan diri untuk pulang ke Jakarta menengok anak pertama dan anak keduanya yang ada disana. Walaupun mungkin hanya sebulan atau dua bulan sekali bahkan bisa lebih. Tak lupa juga ia mengajak Isteri serta anak bungsunya untuk bertemu dengan kakaknya yang berada di Jakarta.

Pria tersebut adalah Ayahku, Orang Tuaku yang sangat aku sayang dan aku hormati. Bapak Aris Gunawan namanya, seorang pria yang lulus sekolah dari sebuah STM  Yayasan Wongsoredjo Jurusan Listrik di kota kecil yaitu di Gombong – Kebumen, Jawa Tengah pada tahun 1982, seorang lelaki yang tidak pernah bermimpi untuk mencari pekerjaan di kota.

Masa pengabdiannya di perusahaan yang telah memberikan kesejahteraan selama 27 tahun. Posisi jabatannya biasa-biasa saja belum ada kata promosi yang terlontar bagi dirinya, sementara teman – teman yang seangkatan waktu menjadi calon pegawai pada tahun 1985 itu rata-rata sudah menduduki jabatan menimal sebagai Kepala Bidang dan tersebar di kantor – kantor cabang di seluruh Indonesia. September 2012, adalah puncak kejenuhan dirasakanya, setelah 25 tahun lebih bekerja di kantor pusat yang berpacu melawan kemacetan lalu – lintas Ibukota yang semakin mengenaskan. Sementara karier serasa makin tidak jelas. Pangkat dan golongan sudah mentok dan sulit berkembang keatas. Maka hanya kepasrahanlah yang mengisi hati dan pikirannya. Banyak tugas berat yang sudah diselesaikannya, tapi belum juga ada reward yang diterima. Doa pun mengias dirinya setiap malam dan terbukti pada akhir November 2012, sebuah mujizat terjadi muncullah Surat Keputusan Direksi yang menyatakan bahwa dirinya harus hijrah dari Jakarta untuk menduduki Jabatan yang di amanatkan kepadanya. Walaupun itu jabatan terendah pada struktural organisasi Perusahaan yaitu jabatan Kepala Bidang di sebuah kantor kelas 3 di ujung Utara pulau Kalimantan, Tarakan nama kotanya.

            Seorang karyawan harus menunjukan profesionalismenya dalam melaksanakan pekerjaan, didukung dengan sertifikasi ataupun bukti kemampuan sumber daya manusia yang diperoleh dari suatu instansi atau organisasi formal yang berlaku umum seperti, jenjang pendidikan minimal S1. Nah disinilah sudah saatnya bagi dirinya mengejar jenjang pendidikan itu, meski sudah terlanjur tua dari segi usia tapi kata orang bijak: “tidak ada kata terlambat untuk belajar”. Maka disaat Badan Usaha PT. Jamsostek (Persero) segera berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, seluruh karyawannya minimal harus sudah S1. Untuk itulah maka dengan tanpa rasa malu atau gengsi, ia harus mengejar jejang S1 itu walaupun harus kuliah di suatu Perguruan Tinggi yang statusnya baru Terakreditasi yaitu STIE Bulungan – Tarakan sampai sekarang. Doa dan harapanku selalu menyertai beliau sampai kapanpun karena beliau adalah inspirasi untuk masa depanku kelak. Kiranya Tuhan Yesus selalu menyertaimu Pa!


Penulis: Ardyan Endardo | 12140110224


Editor: Andreas Ivan

Tidak ada komentar:

Kritik dan Saran