![]() |
| Agustinus Alfred Sanyar |
Agustinus Alfred Sanyar seorang mahasiswa Papua dari
Universitas Surya yang mengharumkan nama Indonesia melalui pentas i-ENVEX 2012
di Perlis, Malaysia. Solid Bioethanol karyanya yang berhasil memukau para juri
dan menganugerhinya medali perunggu untuk kategori prototype.
Solid bioethanol adalah
suatu alkohol yang dipadatkan dengan cara dicampurkan dengan kristal lilin
paraffin, kemudian dikeringkan hingga membentuk semacam lilin padat. Dengan
bentuk padat, solid bioethanol mudah untuk dibawa dimana-mana tanpa khawatir,
termasuk didalam pesawat dan kendaraan lainnya, sehingga di sebut Solid
Bioethanol for Safety Transport.
Solid bioethanol sendiri dipresentasikan berfungsi
sebagai pengganti kompor pada lingkungan-lingkungan ekstrem atau pedalaman.
Dengan bentuk padatnya, solid bioethanol mudah untuk dibawa dan didistribusikan
ke mana saja, terlebih dengan kenyataan bahwa api adalah satu dari dua hal
terpenting yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup selain air. Selain itu
sekalipun mudah dinyalakan hanya dengan sulutan korek api kecil, solid
bioethanol sangatlah aman karena tidak akan terbakar ketika terkena radiasi
sinar matahari maupun panas mesin. Bahan bakunya yang relatif murah dan mudah
didapat juga membuat solid bioethanol sangat mudah diproduksi siapa saja.
Sekalipun memiliki fungsi utama yang sangat vital
untuk menunjang kehidupan, bagi Agustinus, karyanya tetap tidak lebih baik
dibandingkan karya-karya peserta lain,
terlebih dia sendiri menganggap bahwa solid bioethanol terlalu sederhana untuk
diperlombakan.
Agustinus bersama dua mahasiswa Papua lain dari
Universitas Surya, bergabung dengan 12 mahasiswa lain dari seluruh nusantara
dan membentuk kontingen Indonesia untuk i-ENVEX 2012 pada 27-29 April 2012 di
Perlis, Malaysia. Dari 15 peserta asal Indonesia tersebut dibentuk enam grup.
Yang istimewa adalah, Agustinus hanya sendirian dan tidak tergabung dalam
grup-grup tersebut.
Bagi Agustinus, bersaing dengan peserta-peserta dari
luar negeri adalah hal yang menakjubkan baginya, terlebih lagi dia “hanya”
mengandalkan solid bioethanol yang dianggapnya tidak layak bersaing dengan
karya kreatif peserta lain. Karya-karya kreatif tersebut terus bermunculan dan
bisa saja menciutkan nyali pemuda berambut keriting tersebut. Namun berbekal
kemauan yang kuat dan sikap nothing to lose, Agustinus tetap mampu
mempresentasikan karyanya di hadapan para juri dan peserta lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar