Translator!

Minggu, 30 November 2014

Pengintip Masa Depan Cerah

Agustinus Alfred Sanyar
Agustinus Alfred Sanyar seorang mahasiswa Papua dari Universitas Surya yang mengharumkan nama Indonesia melalui pentas i-ENVEX 2012 di Perlis, Malaysia. Solid Bioethanol karyanya yang berhasil memukau para juri dan menganugerhinya medali perunggu untuk kategori prototype.
Solid bioethanol adalah suatu alkohol yang dipadatkan dengan cara dicampurkan dengan kristal lilin paraffin, kemudian dikeringkan hingga membentuk semacam lilin padat. Dengan bentuk padat, solid bioethanol mudah untuk dibawa dimana-mana tanpa khawatir, termasuk didalam pesawat dan kendaraan lainnya, sehingga di sebut Solid Bioethanol for Safety Transport.


Solid bioethanol sendiri dipresentasikan berfungsi sebagai pengganti kompor pada lingkungan-lingkungan ekstrem atau pedalaman. Dengan bentuk padatnya, solid bioethanol mudah untuk dibawa dan didistribusikan ke mana saja, terlebih dengan kenyataan bahwa api adalah satu dari dua hal terpenting yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup selain air. Selain itu sekalipun mudah dinyalakan hanya dengan sulutan korek api kecil, solid bioethanol sangatlah aman karena tidak akan terbakar ketika terkena radiasi sinar matahari maupun panas mesin. Bahan bakunya yang relatif murah dan mudah didapat juga membuat solid bioethanol sangat mudah diproduksi siapa saja.
Sekalipun memiliki fungsi utama yang sangat vital untuk menunjang kehidupan, bagi Agustinus, karyanya tetap tidak lebih baik dibandingkan karya-karya  peserta lain, terlebih dia sendiri menganggap bahwa solid bioethanol terlalu sederhana untuk diperlombakan.
Agustinus bersama dua mahasiswa Papua lain dari Universitas Surya, bergabung dengan 12 mahasiswa lain dari seluruh nusantara dan membentuk kontingen Indonesia untuk i-ENVEX 2012 pada 27-29 April 2012 di Perlis, Malaysia. Dari 15 peserta asal Indonesia tersebut dibentuk enam grup. Yang istimewa adalah, Agustinus hanya sendirian dan tidak tergabung dalam grup-grup tersebut.
Bagi Agustinus, bersaing dengan peserta-peserta dari luar negeri adalah hal yang menakjubkan baginya, terlebih lagi dia “hanya” mengandalkan solid bioethanol yang dianggapnya tidak layak bersaing dengan karya kreatif peserta lain. Karya-karya kreatif tersebut terus bermunculan dan bisa saja menciutkan nyali pemuda berambut keriting tersebut. Namun berbekal kemauan yang kuat dan sikap nothing to lose, Agustinus tetap mampu mempresentasikan karyanya di hadapan para juri dan peserta lain.


gambar : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=296554427173764&set=a.106450136184195.14412.100004576271468&type=1&


Tidak ada komentar:

Kritik dan Saran